Senin, 30 Juli 2007

Mengubur Kenangan

Larut dalam angan-angan masa lalu, mengkhayalkanseandainya itu terulang lagi, dan selalu bersedihdengan kejadian yang menyesakkan dada hanyalahpekerjaan orang bodoh dan gila. Jika dibiarkan, halitu akan memadamkan bara motivasi dan membabat habisharapan masa depan.
Orang yang cerdas justru akan melipat rapat kenanganmasa lalu, tidak akan dilihat lagi. Ditutup dalammemori yang harus dilupakan, tidak akan dibuka lagiuntuk selamanya. Kenangan pahit itu bagaikan seorangpenjahat yang akan diikat dengan tali rantai yang kuatdalam ruang penjara, tidak akan pernah dikeluarkanlagi selamanya. Sang penjahat akan ditutup rapatsehingga tidak lagi dapat melihat kebebasan yang adadi luar. Sebab, kenangan telah berlalu dan usai. Tidakada kesedihan itu telah berlalu dan usai. Tidak adakesedihan dapat mengembalikan masa lalu. Tidak adakesusahan dapat memperbaiki masa lalu.
Tidak ada duka yang dapat menyembuhkannya lagi. Tidakada kemarahan yang dapat menghidupkan lagi karena iatelah sirna. Janganlah anda hidup dalam himpitan masalalu! Janganlah Anda hidup di bawah payung kenanganmasa lalu! Selamatkan diri Anda dari bayang-bayangmasa lalu!Dengan khayalan masa lalu, hanyut dalam kesedihan danpenyesalan, membakar diri Anda dengan api kenangan,dan melemparkan diri Anda dalam cercaan masa lampauhanya akan membuat hidup Anda hina, berlumurkesedihan, mengerikan, menakutkan, dan mencekam, tidakada lagi harapan.
Membaca lembaran baru dapat membuyarkan harapan masadepan, mengoyak semangat yang mulai berkobar, danmemporak-porandakan kesempatan yang menjemput di depanmata.
Semua telah usai dan biarkan berlalu. Tidak adagunanya kita memeriksa nestapa jaman. Tidak adagunanya kita memutar balik cerita lama.
Orang yang selalu mengulangi masa lalu bagaikanmenggiling tepung, kemudian dia sendiri yang hancur.Bagaikan menggergaji kayu, namun dia sendiri yangterpotong. Dulu, mereka berkata kepada orang yangmenangisi masa lalu, "Orang yang mati tidak akankembali lagi dari kuburnya".
Kelemahan kita hanyalah karena kita tidak beranimenghadapi masa lalu. Kita hanyut menyesali bangunanrumah kita yang runtuh dimakan waktu. Seandainya sajamanusia dan jin berkumpul bekerjasama untukmengembalikan masa lalu, pastilah mereka tidak akanmampu karena itu sungguh tidak mungkin, mustahil bisa.
Manusia seharusnya tidak lagi melihat ke belakangkalau hanya untuk sebuah penyesalan. Janganlah menolehke belakang karena angina selalu berhembus, air selalumengalir, kafilah juga berjalan terus ke depan,janganlah kau ingkari garis hidup ini.



Biarlah Kenangan Menjadi masa lalu

Label: ,

0 Komentar:

Posting Komentar

Berlangganan Posting Komentar [Atom]

<< Beranda